beritaGo.com
 
 
   
 
 
Tutup Iklan
ads
 

Menaklukkan (Kembali) Sungai Citarik

Menaklukkan (Kembali) Sungai Citarik

 
wildan
2016-02-15 09:02:39
wildan Wisata Budaya 0 167
 
 
Menaklukkan (Kembali) Sungai Citarik

Menaklukkan (Kembali) Sungai Citarik

Betapa beruntungnya, dalam awal tahun 2016, tercatat sudah dua sungai ditaklukkan melalui aktivitas rafting. Pertama, sungai Amandit di pedalaman Kalimantan Selatan pada bulan Januari, dengan menggunakkan rakit yang terbuat dari bambu, dan kini, tepat pertengahan februari kembali berburu adrenaline menggunakan perahu karet di sungai Citarik, Jawa Barat. Menantang derasnya arus jeram sungai citarik tentu bukan kali pertama bagi diri pribadi, apalagi menginap di Caldera Resort and Rafting yang tersohor, sudah seperti rumah sendiri. Ujaran tersebut bukan secara sengaja dungkapkan, layaknya seorang teman, Caldera dengan segala hal yang ditawarkan selalu mengingatkan pada event yang terdahulu di ikuti. Mereka adalah penggagas dari Extreme Journey Indonesia yang sempat nge-hits pertengahan tahun 2014, yang mana saya sendiri menjadi salah satu bagian didalamnya. Mengunjungi tempat tersebut diakhir pekan bisa dipastikan panorama macetnya jalanan menuju lokasi yang dituju, takkan bisa ditempuh tepat waktu. Meski jalan sedari pagi hari, jebakan macet selalu menjadi momok menakutkan menuju Citarik. Benar saja, kami sampai tepat sebelum magrib menjelang, yang berarti adrenaline yang menggebu-gebu harus ditunda hingga esok hari. deru sungai citarik di pagi hari/ cecep primavit Menikmati kopi di tepi sungai/ cecep primavit Menyantap ragam makanan yang disajikan oleh pengelola resort membuat aktivitas dimalam hari begitu menggugah semangat untuk dimulainya sebuah diskusi ringan, kopi beraroma Java Arabica serta pisang rebus menjadi pelumas yang setia menemani sepanjang diskusi, hingga mata sudah tak kuasa menahan kantuk dan kemudian mengistirahatkan badan didalam saung yang berkapasitas belasan orang. Satu Kata “Nikmati” menghantam batu/ dethazyo Tepat pada keesokan harinya, sebelum mobil bak terbuka datang untuk membawa kami rafting, berkeliling disekitar penginapan menjadi awal langkah membuka pagi. Dan baru paham bahwa disini tak hanya diperuntukkan untuk rafting semata, sajian lainnya seperti flying fox, paintball, camping ground dan aktifitas outbond juga ada disini. Namun kembali lagi, tujuan utama untuk rafting ya rafting, there’s No Plan B, Bray.. Mendapatkan informasi bahwa debit air sungai yang menurun, maka setiap perahu karet hanya dapat diisi oleh tiga orang dengan satu operator profesional layaknya seorang kapten yang selama perjalanan menentukkan laju perahu yang kami tumpangi. Setelah menggunakan segala macam perlengkapan seperti helm dan life vest, kami pun dituntun menuju lokasi start rafting. Durasi yang kami pilih tetap jatuh pada paket Alligator, sebuah paket yang menawarkan penjelajahan sungai citarik selama 2 jam (11 Km). Tak mau lebih bukan tanpa alasan, ketika mengambil paket yang lebih extreme semisal 4 jam, maka unsur “fun” dari sebuah olahraga akan sedikit terkikis. Hehehehe (ngelesss). Perahu karet pun dipompa, mata dengan sigap mengamati sekitaran sungai, benar saja, debit air menurun, padahal ini awal tahun yang berarti musim hujan telah menyapa. Pada hari-hari ketika debit air normal batu-batu terlihat tak begitu besar, namun kita begitu nampak ke permukaan. Membuat jalannya rafting menjadi sedikit lebih menantang. Tanpa terasa adrenaline meninggi dan menular hingga ke seluruh peserta untuk sesegera mungkin merasakan gairah yang ditawarkan oleh sungai Citarik. dayung maju, dayung mundur/dethazyo Perahu karet yang kami tumpangi pun berjalan, jeram pertama terlewati dengan mudah, tapi tidak untuk jeram-jeram berikutnya. Bahkan sepanjang perjalanan scene perahu nyangkut sering kali membebani pemandu rafting untuk mengeluarkan teknik dengan tenaga extra guna bisa melaju kembali. Namun disini letak kebersamaannya, melalui aba-aba dari sang kapten “dayung maju, dayung mundur” hingga akhirnya terlepas dari jeratan batu. Ketika dipertengahan jalan bertemu dengan peserta rafting lainnya, tak lupa tradisi menghempaskan serangan perang air dengan dayung hingga semua pakaian menjadi basah, kalaupun tak basah sangat disayangkan, penyesalannya bagaikan pergi ke pantai tanpa merasakan sensasi asinnya air laut. Dua jam tanpa terasa dilewati, ujung garis finish yang ditandakan dengan ikon buaya memegang dayung mulai terlihat dari jarak 10 meter. Sesampainya ditepian, beruntungnya kita diberikan suguhan kelapa muda, segarnya air kelapa muda pun membanjiri tenggorokan yang mulai kering. Raut kebahagiaan bisa terekam melalui wajah tiap peserta yang mengikuti aktivitas rafting. Bahkan dijalan pulang saja, cerita keseruan aktivitas satu ini masih menjadi trending topic yang diperbincangkan, seraya membahas track record Kurt Cobain hingga terbawa ke meja makan.   

 

 
 
 

Promoted Stories

Lainnya

 
 

Komentar Sedulur

   Belum ada komentar dari sedulur beritaGo.

  Tulis Komentar

   Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
 

Komentar Facebook

   
image

beritago.com merupakan portal berita dan informasi yang mengusung konsep "social media journalism", yakni dimana masyarakat dapat ikut menjadi kontributor informasi serta menggunakan portal beritaGo.com dengan bertanggungjawab dan sesuai dengan ketentuan penggunaan yang telah ditetapkan,

Informasi dan Kerjasama

  •   contact@beritaGo.com
  •  08123456789 / 024-123456
  •  indiego inti corpora ltd
   
 
 
Copyright 2016 beritaGo by indiego inti corpora. Social Media Journalism and Social Broadcasting System. All Rights Reserved.

Local Straight News , Aggreggate Content dan Social Media Journalism oleh beritaGo.com
Copyright 2014-2016 All Rights Reserved. beritaGo.com is a registered trademark of indiego inti corpora
Jawa Tengah, Indonesia.

Tutup Iklan